Jumat, 19 Agustus 2011

MENGHINDARI KEJAHATAN DI JALAN . . . .

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi anda yang akan pulang kampung saat lebaran harap berhati-hati dan harus pintar-pintar menjaga diri dari pelaku-pelaku kejahatan dengan jalan pembiusan.
Seketika anda akan tidak sadar dan saat tersadar harta anda bisa raib dibawa kabur penjahat.
Berikut tips Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar supaya anda tidak menjadi korban pembiusan dan hipnotis baik saat mudik atau pun balik.
Pertama, pemudik sebaiknya jangan lekas percaya kepada orang yang sama sekali yang belum anda kenal.
Kedua, selama perjalanan pulang ke kampung halaman, pemudik harus banyak dzikir, jangan jalan sendirian, dan saling mengingatkan satu dengan yang lain.
Ketiga, jangan mudah menerima makanan atau minuman kaleng, sebab bisa saja makanan dan minuman itu sudah diracun.
Keempat, kenali modus-modus pelaku pembiusan. Pelaku biasanya beraksi di tempat yang ramai pemudik. Modus operandinya berpura-pura mengajak bicara. Setelah merasa akrab, pelaku biasanya menawarkan minuman kaleng atau makanan yang sudah diberi obat tidur. Setelah anda meminumnya, anda akan tidak sadarkan diri, lalu harta anda akan dibawa lari pelaku.
Kelima, bila ada masyarakat yang mengetahui korban pembiusan, segeralah laporkan ke kantor polisi atau ke posko keamanan terdekat.
Menurut, Baharudin pelaku pembiusan dan hipnotis merupakan pemain lama yang biasa beraksi. Jadi modusnya sebenarnya sudah bisa diketahu.
"Tapi tidak tertutup kemungkinan pula, wajah-wajah pelaku baru bermunculan. Untuk bisa mengetahuinya, tentu para pelaku pembiusan harus ditangkap lebih dulu," jelas Baharudin.
Berdasarkan data yang dihimpun, kasus kejahatan denga cara membius korbanya terakhir kali terjadi di Tanjungpriok. Dua orang kuli yang hendak mudik ke Indramayu tak sadarkan diri setelah meminum kopi yang dicampur obat tidur sama pelakunya.

PENGIBARAN "SANG SAKA MERAH PUTIH" DI HUT ke 66 RI, RABU 17 AGUSTUS 2011, JAM 00.00 WIB DI DALAM GOA NGERONG RENGEL.


Tuban Tepat tanggal 17 Agustus 2011 rekan ECS RAPI Tuban bergabung bersama Pecinta Alam, Potensi SAR & Pramuka se kabupaten tuban menjalan kan upacara didalam Gua Ngerong yang berada di Kecamatan Rengel. Upacara pengibaran bendera merah putih ini berjalan dengan baik. Selain menumbuhkan rasa nasionalisme juga sebagai peningkat semangat juang bagi generasi muda saat ini.

PERSIAPAN PENGIBARAN BENDERA HUT KE66 RI, TGL 17 AGUSTUS 2011 JAM 00.00 WIB, DI GOA NGERONG RENGEL.

Baksos dengan kebersamaan kita bisa membangun ibu pertiwi ini dengan tekad. Dengan persatuan kita bisa bersama untuk memajukan Indonesia....... itulah pesan JZ 13 MCR bersama rekan - rekan Pecinta Alam, Potensi SAR, Pramuka disela kegiatan bakti sosial dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66 di Gua Ngerong kecamatan rengel Kabupaten Tuban. kegiatan ini sangat luar biasa direspon oleh kalangan penggiat muda. semangat juang terlihat pada rekan - rekan malam itu. semoga generasi muda kita bisa meneruskan apa cita - cita bangsa ini ungkap JZ 13 JVC.